[FF] Last Gift

Main Cast : Hyoyeon SNSD, Sehun EXO, Luhan EXO
Lenght : Oneshot
Genre : Angst, Romance
Maaf, ada sedikit kata yang ‘nyelekit’. Enjoy and happy reading 🙂

 

Hyoyeon POV

Aku terbangun dari tidurku, terdengar bunyi alarm yang biasa kudengar  –setiap pagi. Kuulas senyumku saat kuketahui hari ini adalah ulangtahun ke 20 namjachingu-ku. Akupun mandi dan bersiap.

 

 

“Annyeong, umma” sapaku pada ibuku yang sedang memasak didapur. Kuintip pekerjaan beliau, akupun mulai membantu beliau memasak.

“Tumben kau sudah rapi, kau sedang libur fakultas kan?” tanya ibuku.

“Nde, tapi hari ini hari special umma…” kataku sambil tertawa bahagia. Ibuku hanya mengeryitkan alisnya tanda tak mengerti.

“Hari ini ulangtahun namjachingu-ku!!” jawabku girang. Ibuku pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Namja 4 tahun dibawahmu itu?” tanya ibuku lagi. Aku pun mengangguk sambil mempoutkan bibirku.

 

 

Apa yang harus kulakukan untuknya ya? Hmm, bagaimana kalau aku membuat cookies. Akupun mulai mempersiapkan bahan-bahan. Sesekali aku bernyanyi ceria.

‘Kringg-kringg’

Telepon rumahku berbunyi, akupun membersihkan sarung tangan masakku untuk mengangkat telepon itu.

“Yeoboseyo”

“…..”

“Luhan? Kau rupanya?”

“….”

“Nde, kemarilah. Sepertinya aku juga butuh bantuanmu. Haha”

“…..”

“Bye”

Kututup teleponku, ternyata telpon dari Luhan. Luhan adalah teman kecilku saat berada di China dulu. Keluarga kami memang pernah tinggal di China, dan takdir pun mempertemukan kami lagi hingga akhirnya kami masih bersahabat dengan baik. 15 menit kemudian bel rumahku berbunyi.

“Luhan!” teriakku lalu memeluk tubuh kurusnya.

“Annyeong Hyo, kau sedang membuat kue, ya?” tanyanya sambil melepas jaketnya.

“Nde” jawabku sambil mengangguk-nganggukkan kepala berulang kali. Luhan hanya tertawa geli melihat tingkahku.

 

 

“Yak, bukan begitu caranya, Hannie” protesku karena dia seperti semena-mena menghiasi kue buatanku.

“Lalu..?” tanyanya dengan smirk lalu mengolesi krim berwarna merah muda itu dihidungku.

“Kyaaa jahil!” sungutku kesal. Tapi, bukan Luhan namanya jika dia masih belum berhenti menggangguku.

1 jam sudah berlalu, jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi.

“Luhan, kuenya sudah jadi. Aku akan mengantarkan ini untuk Sehun” Jawabku.

“Sehun?” tanya Luhan dengan raut muka yang berbeda 180 derajat dari sebelumnya.

“Iya, hari inikan dia ulangtahun”

“Oh begitu. Ayo, biar kuantar” katanya sambil memasang jaketnya yang tergeletak diruang tamu.

 

 

Hening yang kudengar sekarang, hanya suara deru mobil Luhan yang terdengar.

“Hyo” panggilnya.

“Hmm” jawabku.

“Aku mau bertanya sesuatu padamu. Tapi kau harus menjawab jujur” kata Luhan yang membuatku bingung.

“Apa kau benar mencintai Sehun?” tanyanya.

“Tentu saja, kalau iya mana mungkin aku bisa bersamanya selama 2 tahun?” tanyaku balik.

“Oiya ya? Hehe” katanya lagi lalu kembali menyetir. Tiba-tiba ponselnya berbunyi.

“Sebentar” katanya lalu mengangkat telpon.

 

“Yoboseyo”

“……”

“Oh kau ada apa?”

“…..”

“Maksudmu? Aku tidak mengerti. Kau gila?”

“…..”

“B-baiklah. Lain kali aku tidak akan mengikuti permainan bodohmu ini lagi, bastard!”

 

Luhan pun membanting handphone kearah depan mobil, akupun tercekat kaget. Tidak biasanya Luhan semarah itu.

“Ada apa, Luhan?” tanyaku khawatir.

“Tidak apa-apa Hyo. Oiya, kau yakin hanya memberikan kue untuk Sehun? Apa kau tidak mau membelikannya yang lain? Seperti barang-barang?” tanya Luhan tiba-tiba.

“Hmm, entahlah tapi Sehunkan tidak suka barang-barang” jawabku.

“Kudengar kalau Sehun sedang menginginkan jam terbaru. Kita ke mall dulu ya? Aku mau membelikannya” kata Luhan lalu memutar mobilnya. Akupun terdiam. Apa boleh buat.

 

 

“Sepertinya ini bagus” kataku sambil menunjuk jam hitam yang berada dalam kaca transparan tersebut. Pelayan bersanggul itupun mengambilkannya untukku.

“Kau suka yang itu?” tanya Luhan.

“Ne, ini terlihat cool. Jika Sehun yang memakainya pasti akan terlihat lebih tampan” jawabku sambil tersenyu puas. Luhan hanya memasang wajah datar dan tidak terimanya.

“Kenapa? Apa seleraku tidak bagus?” tanyaku takut-takut.

“Itu terlalu bagus untuknya, Hyo. Sudahlah! Nona, tolong bungkus yang ini” Luhan pun mengambil jam itu dengan kasar lalu memberikannya kepelayan wanita itu. Perubahan air wajah Luhan terlihat jelas dimataku.

 

 

“Kajja Luhan. Kenapa kau lambat sekali” kataku sambil menarik tangannya yang kurus.

“Kaumau ketempat Sehun?” tanyanya heran.

“Tentusaja. Kenapa sih? Kau seperti melindungi seorang Sehun agar tidak bertemudenganku? Lalu, yang dimobil itu siapa. Kenapa kau memanggilnya bastard?”tanyaku dengan kesal.

“Itukarena dia memang bastard Hyo! Baiklah, kita kerumah Sehun sekarang”Luhan pn menarik tanganku dengan cepat. Oh Luhan, kau kenapa?

“Inirumahnya, ‘kan?” tanya Luhan saat kami sampai didepan rumah bergaya minimalis tersebut.Aku pun menganggukan kepalaku tanda mengiyakan.

“Terimakasihsudah mengantarku Luhan. Oiya, kau pulang saja. Nanti Sehun yang akanmengantarku pulang. Otte?”

“Tidak.Masuklah Hyo. Sehun pasti senang dengan kehadiranmu” kata Luhan sambil tersenyum,tersenyum miris.

“Oh,baiklah” balasku sambil tersenyum.

LuhanPOV

Hariini menemaninya untuk mempersiapkan surprise party kekasihnya itu. Dia terlihatbegitu antusias, bahagia sekali dirimu Oh Sehun. Mempunyai kekasih seperti dia.Tapi? Tak terasa aku mengeluarkan airmataku. Memangnya harus Hyoyeon? Hiks,kenapa harus wanita yang kucintai? Tiba-tiba Hyoyeon kembali sambil mengetukkaca mobilku. Kuhapus airmataku cepat lalu kubuka kaca mobil untuknya, “Adaapalagi, Hyo?” tanyaku sambil tersenyum pahit.

“Kaukenapa Luhan?” tiba-tiba dia terlihat khawatir.

“Maksudmu?”

“Kauhabis menangis ya? Kenapa?”

“Ohini, aku kelilipan Hyo. Sudahlah, cepat masuk, nanti kue-mu keburu hambar.Bagaimana?”

“Hahaha,ada-ada saja. Tapi, didepan rumahnya terparkir mobil. Aku takut itu mobil orangpenting. Jadi kan tidak lucu kalau aku memberikan surprise party” jelasHyoyeon.

‘Mobil?Mati kau Oh Sehun’ batinku dengan smirk.

“Itubukan apa-apa Hyo. Mungkin temannya. Bukankah lebih asyik jika ada teman yangmerayakan surprise party?” jawabku.

“Oh.Kalau begitu, ku juga. Kau kan teman kami juga”

“Tidak.Kau saja duluan. Baru aku nyusul” ujarku meyakinkan.

Hyoyeonpun memasuki halaman rumah itu lagi. Habis kau Sehun!

HyoyeonPOV

Luhantidak mau kuajak masuk. Sebenarnya aku takut, karena tidak biasanya ada orangdirumah Sehun. Kedua orangtua Sehunkan sibuk. Jadi tidak mungkin ada dirumah.Lebih baik kupencet dulu bel rumahnya.

‘Ting…’

Tidakada yang keluar. Sekali lagi.

‘Ting…’

Tetapsepi, baiklah. Sepertinya aku memang harus memberinya kejutan super kali ini.

Akupunmembuka kenpo pintu, tidak terkunci. Bagus! Akupun berjalan dengan sedikitberjinjit agar tidak ketahuan sang empu rumah. Semua sudut rumah sudahkejelajahi, tapi tetap tidak ada. Hingga terdengar olehku bunyi cekikikandikamar Sehun. Ah, disitu kau rupanya kau Sehunna~

‘Cklek!’

“Surprise!!!!!!!!!!!”teriakku. Namun hening.

Apayang kulihat? Namjachingu-ku yang berusia 3 tahun dibawahku itu sedang berciumanmesra dengan gadis lain. Gadis dengan rambut panjang, lebih muda, dan tinggisemampai sama seperti Sehun. Tar terasa kue-ku sudah berhamburan dilantai kamaritu. Sehun dengan posisi toples-nya. Dengan gadis lain. Aku tidak salah kan.Itu bukan Sehun! Sehun namjachingu-ku tidak akan mungkin seperti itu.

“Hyonoona. Apa yang kau lakukan disini?” tanyanya kelabakan sambil mencari kaosnya.

“K-kautega Sehunnie, kau tega, kau jahat. Hiks.” Airmataku berjatuhan, lututkumelemas seperti hendak lepas dari kakiku. Aku terkulai lemas dilantai.

“Mengapakau setega ini Sehunna? Hiks” tanyaku. Dia meremas rambutnya, lalu mencobamengangkat tubuhku. “Jangan sentuh aku bastard! Kau tidak pantas”teriakku. Sehun bergidik ngeri, terlihat dari raut wajahnya. Sedangka gadisitu? Dia hanya bisa menutupi tubuhnya dengan selimut. Kukerahkan semuaenergiku, kuhampirinya, dan, “Dasar kau murahan. Apa yang kau lakukandengannya, heoh?” tanyaku sambil menjambak rambutnya. Dia hanya berteriakkesakitan. Sehun pun melepas tanganku dari rambut gadis itu.

“Apayang kau lakukan Hyo. Itu sakit!” bentak Sehun padaku.

“Sakit?Lalu bagaimana denganku Sehunnie? Bagaimana?” tanyaku sambil menarik kerahbajunya.

“Hyoyeon!”tiba-tiba Luhan sudah ada didepan pintu.

“Luhan?”panggilku lirih. Begitu pula dengan Sehun, dia terlihat takut dan bingung.

“Luhanhyung?”

“Hyoyeon,ayo kita pergi. Kau tidak panta berada ditempat kotor ini!” ujar Luhan lalumeraih tanganku.

“IngatSehun, sampai kapanpun aku tidak akan melupakan penghianatan ini! Tidak akan”ucapku sambil menunjuk wajahnya dengan lantang.

“MianhaeHyo..” ucapnya sambil menahan tanganku.

“Lepas!”aku pun meninggalkannya lalu menghambur kehadapan Luhan.

“Ayokita pergi Luhan! Aku benci tempat ini”

“Luhanpun tersenyum lalu menarik tanganku dari tempat itu. Aku hanya bisa tersenyumpahit.

-EPILOG-

Luhanmemainkan gitarnya sambil bersenandung ria. Tiba-tiba ponselnya berdering tandaada pesan masuk.

From Sehun

Kau puas?

For Sehun

Tentu saja.akhirnya Hyoyeon tau ini semua Sehun. Selamat!

From Sehun

Brengsek!! Mengapa kau sengaja? Bukankah sudahkubilang, tunggu ku telpon baru kau membawa Hyoyeon kerumah?

For Sehun

Aku muak Sehun.Kau memang sepupuku. Tapi Hyoyeon adalah gadis yang kucintai. Kau tidak bisamempermainkannya lagi Sehun.

From Sehun

Baiklah, selamatXi Luhan. Selamat kau sudah menghancurkan hidupku. Kau memang licik.

Dipesanterakhir, Luhan hanya bisa tersenyum licik, “Aku bisa membahagiakan Hyoyeon,Sehun. Dia akan bahagia bersamaku.” batin Luhan lalu meletakkan handphone-nyalalu kembali berdendang dengan gitarnya.

-END-

Aduh,author mau kabur aja ini.

Awalnyamau fluffy gitu. Tapi suasana hati author lagi runyam.

Jadiabal banget 😥

Mohonkritik dan sarannya ya?

Semogananti author bisa bikin yang lebih bagus lagi 🙂

Advertisements

8 thoughts on “[FF] Last Gift

  1. vannesa park

    aah onnie bikin FF hyoyeon lagi eon ya ya ya?
    tapi jangan sama eunhyuk. bikin sama suho,kris,baekhyun.chanyeol,luhan,d.o gitu hehe :3

  2. multibias B)

    kyaaaaaaaa!! Jadi ceritanya ini hyoyeon sm luhan? Waaaaaa HyoHan nih kekekek~^^
    chingu, bikin ff ttg hyo pairingnya sama exo lagi yaa? :DD hehe

  3. Park Chan Seul

    Abis baca yg sehun jadi baik banget eh sekarang sehun jadi jahat banget -_-”
    Kirain luhan itu jahat sama hyoyeon , dia sekongkol sama sehun buat jadiin hyoyeon mainan ternyata tidak XD
    Tapi luhan baik kan ya ? Kok dia adegan terakhir kesannya luhan jahat & jebak sehun wkwk
    Tapi hyoyeon milih luhan kah akhirnya ? O.o
    Sequelllllll

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s