[FF] Rain

Main cast : Hyoyeon and Kris
Genre : Romance
Lenght : Ficlet

Hello, hello~
Sekarang hujan deres banget /’_’\ Gak tau kenapa aku kepikiran and sepuluh jari tanganku ini gatal buat ni ff. Ok, enjoy~

*

(all Kris’ Pov)

Gadis itu berulang kali menggedor pintu yang sudah karatan karena tidak pernah diganti. Aku mengeluarkan nafas panjangku dan menatap kesal kearahnya.

“Sudahlah. Tidak mungkin ada yang mendengar. Ini sudah senja, Hyo”

Ya, aku dan Hyoyeon teman sekelasku sekaligus rival abadiku ini sudah terkunci sejak tadi kami pulang sekolah. Sial, bahkan aku lupa membawa ponsel, begitu pula dengannya. Dia menggigit kuku jarinya seperti berpikir.

“Hei. Asal kau tau. Ini semua salahmu, Kris! Kenapa tadi siang mengunciku? Tsk” sambarnya.
“Kau pikir aku mau terkunci denganmu digudang kotor ini berdua? Ingat ber-du-a!” protesku dengan penuh penekanan.

Kami pun kembali terdiam. Aku masih setia dengan posisi dudukku. Dan dia masih mondar-mandir sambil menggigiti kukunya. Cih, sepintar apapun kalo begini kejadiannya pasti otak Fisika-mu itu tidak berguna, Hyo! Rutukku dalam hati.

4 jam berlalu..

‘prang’
Terdengar kaleng yang ditendang. Siapa lagi pelakunya jike bukan Hyoyeon?

Aku terbangun dari tidurku. Kulihat jam ditanganku, sudah pukul 9 malam. Baiklah, sebelumnya aku memang sudah sangat-sangat mengantuk.

“A jinjja Kris Wu! Bisa-bisanya kau tertidur! Kau mau kita tidur bersama para nyamuk disini? Ditempat kotor ini? Ayolah, tidak ada alas yang memadai sekarang. Hanya ada terpal yang kau duduki itu!” kata Hyoyeon setengah berteriak.
“Yasudah. Tidur saja disebelahku” jawabku enteng lalu melipat kedua tanganku dan mulai memejamkan mata dan tiba-tiba terdengar suara cicak yang seperti ikut berdecik kesal.

2 jam kemudian..

Karena kedinginan aku terbangun. Sudah pukul 11. Ternyata diluar hujan lebat. Kukucek kedua kelopak mataku.

“Hyo? Kau masih disitu?” tanyaku tak percaya. Gadis dengan rambut yang diikat tinggi yang sudah menjadi ciri khasnya tersebut hanya menatapku kesal.
“Tentu saja! Memangnya kamu kerbau yang bisa tidur dimana aja?” semburnya. Sial.
“Dasar. Ayo tidur. Hari sedang hujan dan tak ada penerangan yang memadai disini. Jangan egois” kataku sambil menepuk-nepuk tempat kosong disebelahku.
“Cih. Dasar pikiranmu kotor. Lebih baik aku disini.” Hyoyeon membalas acuh.
“Terserah!” kataku.

Tak ada beberapa menit aku menutup mata, tiba-tiba ada sesuatu yang menyentuh pundakku. Bukan menyentuh tapi mendorong.

“Geser! Aku mau tidur” ternyata itu Hyoyeon.

Terpaksa aku menggeser tempat dudukku. Sialnya aku hari ini. Mana hujan makin deras pula.

‘dorrr(?)’

“Mama!!!!” lengkingan suara gadis mungil disebelahku hampir saja membuatku jantungan.
“Hei Kim Hyoyeon. Rivalku yang selalu mengajakku berkelahi. Kenapa kau berteriak? Sangat tidak berkelas!” cemoohku. Wajahnya sudah merah padam sekarang, kupastikan sih begitu.
“Apa???? Tidak berkelas? Aku ini seorang fashionista dan dari keluarga terhormat! Enak saja”
“Lalu?”
“A-aku takut petir, Kris” jawabnya sedikit gemetar.

Akupun menggeser tempatku agar dekat dengannya. Kupegang lengannya. Hmm, dia takut petir.

“Sudah, jangan takut. Ada aku” kataku. Dia lalu memeluk lenganku erat. Nafasnya memburu dan tubuhnya bergetar. Haha, ketahuan! Dia takut petir! ๐Ÿ˜€

“Sudah tidak apa-apa kan?” tanyaku padanya.
Dia hanya berdehem tanda mengiyakan. Beberapa menit kemudian, nafasnya kembali teratur dan terdengar mendengkur.

“Ah, kau tertidur rupanya.” kataku.

But,

‘dorrrr’ (ini kembang api thor?/bukan tapi kentut kodok =.=)

“KYAAAA!!!” Hyoyeon kembali tersentak dan terbangun dan reflek memelukku. Omaygoat, jangan peluk aku, Hyo. Aku bisa jantungan. Jantunganku berdebar kencang, apa efek petir ya?

“Kris… Kau masih disini kan? Kau jangan pergi. Kumohon. Kali ini saja, aku takkan mengganggumu lagi, Kris. Jangan pergi” racau Hyoyeon masih dalam keadaan memelukku.

“Ya, jangan takut” balasku lalu memeluknya balik.

“Thanks Kris” katanya lalu menyandarkan kepalanya dibahuku.

Berada diposisi seperti ini benar-benar membuatku insomnia. Tidak kusangka, jika Hyoyeon tidur dia terlihat lebih lembut. Coba saja dia begitu disekolah, pasti sudah kupacari dari dulu dan tidak berantem setiap hari. Ah, memikirkan apa kau Kris?!

“Tetaplah seperti ini, Hyo. Wo ai ni” gumamku halus lalu mencium kening tanpa poninya. Wo ai ni, bisikku lagi. Tak terasa hujan mulai reda, membawa dengkuran halus kami menuju harapan baru yang lebih baik.

*

Endingnya kayak teh manis kurang gula!
Yeah, my first fluffy ff of HyoKris!
RCL!

Advertisements

10 thoughts on “[FF] Rain

      1. RJ

        Oke.
        Eon mau berapa?
        5 Perak? 10 Perak? #Plakk
        Ada sequel? Yes~!
        Aku suka kalo Hyo di pairing sama Kris ๐Ÿ˜€
        Sama-sama eon ๐Ÿ™‚

  1. Waaah manis banget FF nya ๐Ÿ˜€ serius deh, hehe .. Feelnya dapet deh. Cuman satu, kayaknya kata “karatan” musti di oplas(?) llagi jadi = mengarat.

    Hehe, mian cerewet. ff ini bagus, tapi bakal lebih bagus lagi kalo ada seqeuel ampe mereka jadi pasangan XD

    1. Haaa. Makasih bgd qaqa. Jadi tersanjung ๐Ÿ˜€

      Karatan? Aku juga bingung knp ad karatan disitu. Mungkin karena keingatan eyang subur kali. *ditampol

      Muehehehe. Maunya =.=

  2. Park Chan Seul

    Wakssss tiba-tiba wo ai ni aja bang kris XD
    Hyoyeon denger ga tuh ?
    Suka suka suka ceritanya
    *ala upin ipin*
    Boleh request ? Buat ff pairing hyoyeon junho 2pm dong author-nim
    Jeballlllll ><

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s