[FF] Our Child

Our Child

Author : Cute HyoRa

Genre : Comedy, Marriage Life, etc

Lenght : Ficlet

Main Cast :

|| Hyoyeon || Sehun ||

Stroryline is mine. No bash. Don’t like, don’t read!

 

(all Hyo’s POV)

 

Malam ini aku lelah sekali, selain karena urusan kantor yang serba penuh dengan meeting dan penandatangan berkas, aku juga harus mengurus Oh Hun Hyo atau lebih dipanggil HH baby oleh Sehun, suamiku yang lebih muda dariku, entahlah mungkin dia ingin anak kami kelak menjadi seorang rapper sekelas CL 2NE1. Wkwkwk. Hun Hyo adalah bayi yang baru saja aku lahirkan, kira-kira 5 bulan yang lalu.

 

“Sudah tidur?” tanyaku pada suamiku, Oh Sehun.

“Nde, sepertinya dia sudah tertidur. Hehehe” jawab Sehun sambil tertawa aneh.

Diapun langsung meloncat keatas kasur lalu memelukku.

“Ya! Suami gila. Apa yang kau lakukan?” teriakku, namun Sehun malah sudah mencium bibirku singkat.

“Jangan berteriak yeobo. Kau mau, malam ini aku tidur bersama HH baby lagi? Kau tidak takut tidur sendirian?” tanyanya tepat didaun telingaku.

“Untuk apa aku takut? Toh aku masih punya guling untuk kupeluk. Weee” kataku sambil mehrong. Akupun menarik selimutku lalu menutup seluruh tubuhku rapat-rapat. Hehe, padahal aku tengah tersenyum jahil sekarang.

“Hyo baby, malam ini saja. Kapan lagi kita bisa?” tanya Sehun dengan nada ngambek.

“Bisa apanya? Mimi cucu? Kan kau bisa kedapur sendiri” balasku sewot.

“Aissh. Kau jahat sekali pada suamimu. Akukan perlu ‘jatah’ seperti Hun Hyo” kata Sehun lagi. Akupun mengeluarkan setengah kepalaku lalu terseyum jahil.

“Ayo, kau mau jatah apa?” tanyaku menggoda. Sehun pun mempoutkan bibirnya kesal. Aigoo, kyeopta!

“Yasudah lupakan saja” kata Sehun lalu menarik selimutnya dan membelakangiku.

Isssh, masa begitu saja dia kesal? Gak lucu.

“Sehun-ah. Kau ngambek?” tanyaku sambil menggoncang-goncangkan bahunya.

“….”

“Sehun, aigoo! Suamiku yang tampan ternyata bisa ngambek juga” kataku lagi.

“…..”

“Yasudah. Padahal aku mau memberimu ‘jatah’, tapi karena kamu malah ngambek. Berarti gak jadi” kataku lalu berbalik.

1 menit…

2 menit…

3 menit…

‘Aissh, tumben sekali Sehun tidak tergoda dengan kata-kataku. Karena penasaran akupun kembali berbalik kearahnya. Dan ternyata,,,

“Ba!” tiba-tiba wajah Sehun sudah ada dihadapanku. Akupun langsung terkejut.

“Sehun! Kau selalu mengagetkanku!” kataku gemas lalu mencubit hidungnya.

“Hehe. Jatah mana jatah” kata Sehun lagi sambil menoel-noel daguku.

Bukan Sehun namanya jika dia tidak jahil, dengan segera dia menarik selimutku lalu memelukku erat.

“Ah, kau semakin empuk saja” katanya manja.

“MWO? Berarti aku gendut???” tanyaku panik. Sehun pun melonggarkan pelukannya.

“Ya, kau tidak gemuk hanya berisi  yeobo” kata Sehun sambil mengacak rambutku gemas.

“Hehe” kataku canggung.

Sehun pun mencium kening, mata, hidung, pipi, dan terakhir adalah bibir namun tiba-tiba teriakan seorang bayi datang dari kamar sebelah. Sehun yang semula ingin mencium bibirku ku pun langsung terlonjak kaget sambil meremas rambutnya gemas.

 

“HH baby terbangun…” katanya panik, diapun berjalan kearah pintu. Akupun menggeleng-gelengkan kepalaku melihat tingkahnya.

 

“Yeobo, bisa kau bantu aku?” tiba-tiba Sehun memanggilku dan membuatku harus menyingkap selimut yang menutupi kami berdua tadinya.

“Nde, tunggu aku” kataku lalu berjalan kekamar khusus bayi kami.

“Hyo, sepertinya dia pup. Apa yang harus aku lakukan?” tanya Sehun polos sambil menggendong bayi mungil kami.

“Haha. Biar aku yang tangani” kataku lalu mengambil tubuh bayi itu dari gendongannya.

 

Akupun meletakkan tubuh mungil Hun Hyo diatas kasur bayinya lalu mulai melakukan ‘ritual’ harian yaitu membersihkan pup-nya.

 

“Ah, ternyata bayi begitu sensitif” cerocos Sehun sambil mengamati wajah bayi kami.

“Tentu saja. Memangnya kamu?” semburku lalu meyuruhnya untuk mundur karena aku mau meletakkan Hun Hyo kembali ke box bayi. Sebelum meletakkannya didalam box, aku harus menetekinya ASI dulu lalu menggendongnya sebentar.

“Sekarang jatahku” kata Sehun lagi, akupun memberinya death glare terbaikku padanya.

“Hiii, mommy jahat” katanya lagi sambil memanyunkan bibirnya.

“Hentikan itu Sehun-ah!” tegurku.

 

Setelah benar-benar tertidur, kamipun meninggalkan tempat tidur khusus Hun Hyo lalu mengunci pintunya dengan pelan. Bahkan Sehun harus berjinjit karena dia takut bayi kami terbangun dan mengganggu ‘ritual’ kami lagi. Cklek! Pintu kamar sudah terkunci. Akupun menatap Sehun dengan senyum lega. Tapi, bukan dengan Sehun dia malah tersenyum yadong lalu menggendongku ala bridal style.

 

“Ya! Ya! Apa yang kau–“

Sebelumku banyak berbicara Sehun sudah mengunci bibiku lalu membawaku kekamar.

“Shut, jangan banyak berteriak sayang” kata Sehun sambil tersenyum.

Sehun pun menidurkanku dikasur lalu mangambil selimut kami berdua. Sehun pun mulai melakukan ‘aksinya’ padaku. Namun, diasat-saat mulai start(?) tiba-tiba sebuah suara mengagetkan kami berdua. Bukan suara bayi, bukan Hun Hyo, bukan pula rapper dari CL, ah pokoknya bukan tapi……..

 

“EOMMA, APPA. AKU TIDAK BISA TIDUR”

Kami berdua pun saling berpandangan, “Ternyata kita masih memiliki Oh Se Yeon!” teriak kami bersamaan. Bocah perempuan berusia 5 tahun itupun memandang kami heran. “Ya!”

 

-END-

Advertisements

10 thoughts on “[FF] Our Child

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s