[FF] I Love Him? (Chapter 1)

Author : Cute HyoRa

Genre : Romantic, Comedy, Sad, etc.

Lenght : Twoshot

Main Cast : EXO Kris – SNSD Hyoyeon

PLOT AND STORY IS MINE! SIDERS AND PLAGIATORS? PLEASE CLICK CLOSE TAB BROWSER!!! #keselek

===

Entah sudah untuk yang keberapa kalinya Taeyeon menggerutu dan mengumpat. Sebenarnya, dia bisa saja keluar rumah untuk membeli sesuatu makanan yang sebenarnya tidak terlalu jauh dari rumahnya, mengingat rumahnya berada ditengah perkampungan padat penduduk yang memang dekat pasar. Tapi ayolah, Taeyeon tak bisa apa-apa tanpa Hyoyeon –adiknya– yang notabenenya sudah menjadi tulang punggung keluarga. Hyoyeon belum pulang juga, padahal dia berjanji 30 menit saja untuk membeli makan.

“Aish, dimana anak itu!” umpat Taeyeon sambil memindah-mindah channel tv dengan bosan.

“Annyeong, Hyo pulang” kata seseorang dari arah luar.

Taeyeon pun bergegas membuka pintu, dan mendapati adiknya Kim Hyoyeon –bukan tapi– Kim Hyojun. Ya, sejak pemotongan rambutnya, Hyoyeon sengaja mengganti nama belakangnya menjadi Hyojun bukan Hyoyeon. Kyeopta bukan? Setidaknya lebih match untuk nama anak laki-laki. Hyoyeon memang kreatif untuk itu.

“Aigoo, jam berapa ini? Mengapa kau lama sekali, kau tidak tau aku kelaparan?” tanya Taeyeon jutek sambil merebuk plastik makanan ditangan Hyoyeon.

“Ya! Kau itu lebih tua dariku, harusnya aku yang menggerutu. Cepat makan! Kau tidak boleh tak sarapan, belajar yang rajin, arachi?” tanya Hyoyeon memastikan.

“Nde, cepat makan. Jangan menasehatiku, aku lebih tua darimu, Hyo-ah” kata Taeyeon dengan mulut penuh nasi.

===

Wu Yi Fan atau lebihnya Kris Wu tengah sibuk menata dokumen serta menandatanginya. Direktur sekaligus pemegang saham terbesar Liberty Corporation. Sebenarnya Kris bisa saja tidak mengambil pekerjaan itu, mengingat mendiang orangtuanya sangat kaya dan berlimpah harta. Namun, neneknya sudah terlalu tua untuk melakukan pekerjaan itu sekarang. Ya, neneknya adalah segalanya untuk Kris, karena hanya neneknya lah yang masih tersisa didunia ini. Sisanya, hanyalah saudara ayahnya yang sama sibuknya di Hongkong.

Triiiittt…

Tiba-tiba ponselnya bergetar, menandakan ada seorang yang memanggil. Kris melirik layar handphonenya, Minseok-ssi, itulah yang tentera disana.

“Halo” jawab Kris sambil menyenderkan tubuhnya dikursi yang empuk.

“……”

“Ok, baiklah. Aku kesana 30 menit dari sekarang” jawab Kris lalu menutup telponnya.

===

“Jadi kau?” tanya Kris dengan selektif sambil mengamati sosok didepannya.

“Nde ahjussi. Memangnya kenapa? Apakah aku tidak sesuai dengan yang kau minta dengan persyaratan yang tentera dikoran lusa lalu?” tanya seseorang didepannya sambil tersenyum kikuk.

“Siapa namamu?” tanya Kris lagi.

“N-namaku? Namaku Kim Hyo…Jun” kata sosok didepannya itu sambil menarik tangan Kris untuk bersalaman. Sontak Kris terkejut, baru kali ini ada orang yang berani menarik tangannya dan berbuat selancang itu –menurutnya–.

“Hmm, tunggu dulu… Bukannya kau yang?”

Flashback ON

“Hey, kau tidak punya mata?” teriak laki-laki itu dengan berteriak. Remaja itupun mengangkat kepalanya dan keduanya saling bertemu mata disana.

“Mianhanda ahjusshi. Aku buru–“

“Copet! Jangan lari” tiba-tiba segerombolan orang itu semakin mendekat.

“Kau copet ya? Jangan lari kau!” laki-laki tinggi itu malah mencengkram kerah leher remaja itu.

“Ahjusshi, tolong aku. Aku tidak mau dipukuli lagi” tanpa ba-bi-bu lagi, remaja itu menendang perut lelaki tinggi didepannya. Karena tendangannya yang kuat, laki-laki itupun jatuh pingsan.

Flasback OFF

“KAMU????” keduanya pun sama-sama berteriak histeris. Bahkan seluruh pengunjung kafe melihat heran pada keduanya.

“Jadi kau copet waktu itu ya? Dasar anak badung. Tidak! Aku tidak akan memperkerjakan anak badung sepertimu” kata Kris sambil melipat tangannya.

“Ahjussi, tolong aku. Aku butuh pekerjaan yang bisa cepat menghasilkan uang ahjussi. A-aku punya banyak utang yang ditinggalkan mendiang ortuku dan kakakku perlu biaya untuk kuliahnya. Kumohon” mohon Hyojun pada Kris bahkan setitik airmata telah membasahi pipinya sekarang.

“Aigoo, kau ini anak laki-laki tapi mudah menangis,” ejek Kris sambil melempar tissue pada Hyojun.

“Tapi ngomong-ngomong, saat pertama kali melihatmu dan kita bertatap mata kukira kau adalah wanita” kata Kris jujur.

“Eh–“

“Tapi setelah kau menendangku, aku jadi yakin 100% bahwa kau pria. Hehe” kata Kris sambil terkekeh.

“Ahjussi, kupikir kau baru kali ini tertawa” kata Hyojun sambil mengusap airmatanya.

“Hei! Kau tau darimana?”

“Jelas aku tau, wajahmu banyak keriput pasti kau jarang tertawa. Haha” jawab Hyojun, entah mengapa Kris juga ikut tertawa padahal jika diejek begini dia akan marah bahkan bisa menendang orang tersebut.

“Baiklah, karena aku baik hati. Kau kuterima bekerja denganku. Selamat!” kata Kris sambil tersenyum.

“Jeongmal? Gamsahamnida ahjussi” kata Hyojun sambil menundukkan kepalanya berkali-kali.

“Dan kau tak boleh memanggilku ahjussi lagi, tapi Kris saja! Arrachi?” tanya Kris.

“Arrasho Kris-ssi” jawab Hyojun mantap. “Berarti namamu Kris ya?” tanya Hyoyeon polos.

“Ya, lengkapnya Wu Yi Fan tapi kau bisa memanggilku Kris….”

===

Hyoyeon menatap bingung didepan laki-laki didepannya, lelaki yang ditabrak bahkan ditendangnya tempo lalu namun sekarang laki-laki itu memberinya pekerjaan yang sebenarnya tidak tahu apa.

“Nah, Hyo-ah. Kau pilih semua baju disini. Cari style terbaik menurutmu” kata Kris memberi arahan. Keduanya memang berada disebuah butik khusus laki-laki sekarang.

Hyoyeon pun dipaksa masuk kedalam ruang ganti sedangkan Kris mencari baju-baju terbaru yang tentunya keren dan trendi untuk kelas golongan ‘darah biru’ seperti Kris. Setelah mengacak-acak semua koleksi butik, akhirnya keduanya mendapatkan 1 stel baju santai dan 1 stel baju kemeja + jas yang tentunya pas ditubuh Hyojun –Hyoyeon–.

“Ah, bajunya bagus semua” puji Hyoyeon senang. “Tapi, ngomong-ngomong pekerjaanku apa hyung” tanya Hyoyeon lagi. Kris pun menghentikan mobil sportnya lalu melepas kacamata hitamnya, dia pun berbalik dan menatap mata Hyoyeon –Hyojun– intens. Sontak saja Hyoyeon yang notabenenya seorang wanita merasakan darahnya mengalir lebih cepat belum lagi jantungnya berdegup kencang. Kris pun mendekati bibirnya kekuping Hyoyeon.

“Jadi pasangan gay-ku. Kau bekerja disaatku membutuhkanmu, soal gaji kau yang pikir sendiri” kata Kris sambil berbisik lalu menarik wajahnya dan tersenyum memiringkan bibirnya. Hyoyeon membulatkan matanya tak percaya, “MWO?”

===

“Apa?”

Taeyeon sama sekali tak mengerti dengan jalan pikiran adik semata wayangnya tersebut.

“Arrgh! Aku juga bingung unnie~” jawab Hyoyeon sambil mengacak rambutnya yang pendek layaknya anak laki-laki sekarang.

“Ok tenang, kurasa kau harus mengambil pekerjaan ini Hyo” kata Taeyeon menurunkan volume suaranya.

“Maksud unnie?”

“Iya, kau mengambil pekerjaan ini dan lagipula kau bebas meminta gaji kan? Yasudah, pinta saja 50.000 won untuk satu misi. Bagaimana? Kau tidak usah mencopet lagi, Hyo-ah” kata Taeyeon menatap adiknya yang tengah bengong.

“Baiklah. Kuharap ini segera berakhir” kata Hyoyeon lalu menarik selimut coklatnya.

TBC

Advertisements

10 thoughts on “[FF] I Love Him? (Chapter 1)

  1. multibias B)

    aaaaaaaaa>.< lanjut chingguuu
    Ide ceritanya kerennn, gak bisa bayangin kalo kris beneran gayyyy -.-
    hyokris :3

  2. ♥Kim XiHyo♥

    Keren. . . .
    Bingung mau coment apa, ide cerita.y langka bgt. . .
    Kris gay omona ?!?
    *padahal sering bc ff yaoi -,-
    tp Thor aq gk bisa ngebayangin Hyoyeon berubah gender /?
    *plakk
    keep writing Thor ?
    Di tunggu kelanjutan.y
    *hug*

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s