[FF] Cheap Creeper

Author : Cute Hyora / @xingmi__

Judul : Cheap Creeper

Genre : Mystery, AU, etc.

Rating : PG-15

Main Cast :

– Kris Wu

– Tiffany Hwang

– Lay Zhang

– Jessica Jung

– Sunny Lee

Kau bisa memanggilnya Kris, keturunan Cina-Kanada, marganya Wu. Sekilas mungkin kau akan mengira dia seorang milioner, dengan rahang tegas, alis mata tebal hampir menyatu, sorot mata yang tajam dan jangan lupakan postur tubuh tegapnya yang nyaris sempurna. Ya, dia memang bias dideskripsikan sebagai sosok yang sempurna.

“Okay babe, aku akan kesana 1 jam dari sekarang.” Dia menutup telfonnya lalu memasukkan benda tipis putih itu kedalam mantelnya, matanya menyusuri jalanan London yang mulai sepi karena salju yang mulai turun dengan deras.

“Hot chocolate.” Jawabnya singkat pada seorang pelayan yang hendak menyodorkan buku menu padanya.

“Jessica Jung, seorang model catwalk, mudah.” Pikirnya tersenyum licik.

 

***

 

“Sudah menunggu lama?”

“Tidak, aku baru saja.”

“Baguslah, tidak baik wanita secantikmu berada diluar.” Kata Kris seraya tersenyum semanis mungkin. Berhasil membuat wanita didepannya tersenyum malu, pipinya saja sampai bersemu merah. 30 menit bersama, membicarakan apa saja yang berada diotak mereka, hingga akhirnya Jessica mengajukan pertanyaan.

“By the way, pekerjaanmu apa?” Kris menatapnya lekat lalu menyeringai.

“Ayahku adalah seorang pemilik saham terbesar di Asia, ibuku seorang desaigner ternama, mungkin baju yang kau kenakan sekarang adalah hasil design dari brand ibuku. Dan aku? Kupikir menjadi manager dari perusahaan Winner Corp. sudah lebih dari cukup.” Jawabnya penuh percaya diri membuat Jessica ternganga lebar.

“Oh my gosh! Berarti hampir semua artis Hollywood bekerjasama denganmu?” tanya Jessica dengan mata berbinar penasaran.

“Ya, dan mungkin kau adalah salah satunya.” Kris menyeriangi penuh arti.

 

***

 

Kris berjalan terburu-terburu. Menerobos salju sambil sesekali mengehembuskan nafas beruapnya, menghempas dingin yang mulai masuk menyeruak indra pendengaran. Dia memasuki sebuah payphone.

“Hallo, apakah ini Lay Zhang?”

“….”

“Baguslah. Ini aku sepupumu, Kris Wu. Ada sesuatu yang penting, Lay.”

“….”

“Kau memang pintar. Baiklah aku akan kesana sore ini. Terimakasih, kau memang sepupuku yang terbaik.” Jawab Kris sambil tertawa lebar.

 

***

 

“Kau memang tidak pernah berubah.” Kata Lay sambil melempar kunci mobil Audi pribadinya.

“Sudahlah Lay, aku ini lebih tua darimu jadi….”

“Jadi seharusnya kau lebih dewasa dariku, Kris.” Lay menyambung kata-kata Kris dengan sinis.

“Ah masa bodoh.”

“Kau ini selalu saja menipu para wanita. Kau tidak bosan? Mengaku anak orang kaya pula. Ingat ibumu Kris, dia sekarang sedang sakit-sakitan.” Jelas Lay. Kris terdiam, menatap lantai berkeramik cokelat tersebut, bayangan renta ibunya memenuhi pikirannya.

“Ya aku tau. Thanks Lay.” Kata Kris sambil tersenyum lalu melesat pergi.

“Dasar pecundang.” Lay menatap kepergian Kris dengan tatapan segan.

 

***

 

“Sunny Lee.” Wanita dengan tinggi 158 cm, mengenakan blazer pink berpita, tersenyum dengan polos dan mengulurkan tangan mulus tak berdosanya.

“Kris Wu. Panggil saja Kris.” Jawab Kris tersenyum semanis mungkin –seperti biasa.

“Aku tidak tau ayahku memiliki seorang kepercayaan setampan dirimu” kata Sunny sambil tersenyum malu.

“Berapa umurmu?” tanya Kris.

“16 tahun.”

“Oh” Kris menyeringai tipis. “Baiklah, ini ada dokumen pribadi dari perusahaan tekstil yang ada di Spanyol dan disini tertulis bahwa perusahaan ayahmu akan memberikan cek senilai $5.000.000.” Kris menjelaskan dengan penuh ketenangan dan tanpa ragu sedikitpun.

Dengan polosnya seorang Sunny yang baru berusia 16 tahun mengeluarkan cek berharga tersebut pada laki-laki yang baru dikenalnya 5 menit yang lalu, “Ayahku sudah mengatakan itu padaku, ini cek-nya. Oiya, ngomong-ngomong kau tinggal berapa? Umurmu? Apa kau punya pacar? Dating?” tanya Sunny bertubi-tubi.

“Maaf Miss. Aku tinggal di apartemen didaerah ini, masih satu blok dengan kafe ini. Umurku 25 tahun. Dan aku belum punya kekasih. Untuk dating, aku belum punya waktu.” Jawab Kris dengan menggerakkan tangannya –meyakinkan.

“Wah, jarak kita 9 tahun. Sayang sekali.” Sunny tersenyum kecut.

“Haha, kau lucu sekali. Cek ini aku terima, katakan pada ayahmu bahwa cek ini sudah sampai pada orang yang tepat.” Kris tersenyum sambil beranjak. “Sampai jumpa lagi Miss Sunny Lee.” Kata Kris tersenyum lalu melesat. Sedangkan Sunny malah masih tersenyum malu dan tak sadar dengan apa yang terjadi sebenarnya.

 

***

 

“Hati-hati Kris, polisi sudah mencium bau busuknya.” Kata Lay sambil menyuguhkan kopi panas untuk sepupunya itu.

“Persetan dengan itu Lay.” Kris langsung menyeruput kopi panasnya.

“Kau tidak takut apa?”

“Takut? Yang kutipu itu wanita lemah, wanita yang mudah terpesona! Untuk apa aku takut.” Kris meremehkan.

“Terserah kau sajalah. Jika ada apa-apa jangan sampai membawa nama Zhang. Biarkan Wu saja yang tercemar olehmu.”

“Sialan.” Kris mengumpat, sedangkan Lay tertawa puas.

 

***

 

Kris menggerak-gerakkan kakinya gelisah. Sudah 30 menit dia berada di kafe itu. Dan wanita –mangsanya– belum juga datang.

‘Jangan katakan bahwa kali ini aku yang ditipu’ katanya dalam hati.

Tiba-tiba seorang wanita dengan lipstick merah dan gaun hitam pendek –5 cm diatas lutut– menghampirinya.

“Kris Wu?”

“Yes. Are you Tiffany Hwang?” Kris mencoba meyakinkan.

“Yeah, it’s me.” Jawab Tiffany sambil tersenyum tipis.

‘Damn, pesona itu.’ Kris mengumpat dalam hati.

“Mr. Wu, are you okay?”

“Yes. I…I’m okay.”

“Kau cantik sekali malam ini.” Kris tersenyum tulus –sedikit berbeda dari biasanya.

“Haha, dasar mulut laki-laki.” Tiffany tertawa lebar.

“Tidak, I’m serious.” Keduanya pun terdiam.

“So, tonight we’re dating?”

“What do you think?” Tiffany menyeringai. Kris tersenyum lebar.

Keduanya pun memesan makanan dan mengobrol santai. Sesekali Kris memberi pujian tak biasa pada gadis yang berada didepannya itu. Tiffany pun tersenyum tipis, lalu menarik nafasnya dalam. “Ngomong-ngomong, apa pekerjaanmu… Mr. Wu?”

“Aku……” Kris hendak menjawab tapi tiba-tiba dia tidak tega untuk berbohong. Dia pun menarik nafasnya dalam. “Aku…seorang dokter. Ayahku seorang professor dan ibuku telah tiada.” Jawab Kris sedikit ragu namun mencoba tersenyum untuk meyakinkan dirinya, meyakinkan bahwa dia telah menjawab dengan tepat.

“Oh. Maaf”

“Tak apa”

Tiffany tersenyum. Tiba-tiba dia mengeluarkan selembar foto dan menunjukkannya pada Kris.

“Apa kau mengenal wanita ini?” Kris tercekat. Itu adalah foto ibunya! Ya, itu ibunya.

“Darimana kau dapat foto itu?” suara Kris meninggi.

“Oh dia tinggal di sebuah panti jompo di pinggiran kota ini. Aku mengenal baik dirinya, tapi sayang anaknya pergi seolah ditelan bumi. Wanita ini pernah menghubungi keponakannya, berharap bisa dipertemukan dengan anak semata wayangnya itu. Tapi sayang, anaknya berubah menjadi seorang penipu ulung.” Tiffany menatap Kris yang mulai panas dingin. “Dan sekarang wanita ini sakit keras. Menyedihkan sekali kan?” tanya Tiffany lalu menatap Kris lagi, tatapannya mulai tajam.

“Ya…” Kris menjawab dengan sangat gugup.

Tiffany menyeringai, “Kau kenapa Kris? Kau ingat ibumu, ya?”

“Ah tidak. Ibuku mati dengan terhormat karena aku, anaknya selalu ada disisinya hingga akhir hayat. Tidak seperti anak yang ada di ceritamu tadi, pecundang. Haha” Kris tertawa canggung, sadar akan betapa tidak lucunya lelucon buatannya itu.

“Ya, kupikir begitu. Dan aku juga punya ini..” Tiffany mengeluarkan dua foto dari dalam tasnya. Lagi-lagi Kris tercekat, sampai-sampai dia lupa bagaimana caranya bernafas.

“Ini Jessica Jung, seorang model catwalk. Dan ini adalah Sunny Lee, putri tunggal dari John Lee, pemilik perusahan tekstil yang memiliki cabang di berbagai belahan dunia. Keduanya adalah korban terakhir dari anak wanita yang kau sebut pecundang tadi. Bagaimana menurutmu?” Tiffany bertanya sambil menaikkan satu alisnya.

“Ku..kupikir dia benar-benar lelaki yang pecundang”

“Ya” Tiffany tersenyum.

“Aku punya satu foto lagi.” Tiffany mengeluarkan satu foto lagi. “Dan ini kau.”

Kris melotot, telinganya merah. “Da-darimana kau dapatkan fo-fotoku…” Kris bertanya dengan suara bergetar.

“Itu perkara mudah, sayang” jawab Tiffany dengan penuh penekanan di setiap katanya.

“Katakan! Katakan siapa kau sebenarnya?!” Kris berdiri sambil menunjuk wajah Tiffany, membuat semua pelanggan kafe memandangnya heran.

“Calm babe” Tiffany berkata sambil tetap tenang.

“Aku seorang polisi” jawab Tiffany. Kris langsung memukul udara dengan kasar.

“Po-polisi? Kau pembohong! Kau bilang kau adalah seorang model dari Prancis!” ujar Kris dengan penuh kemarahan.

“Ini ID-ku” Tiffany menunjukkan ID-nya.

“Kenapa? Kau seorang dokter kan?” tanya Tiffany sambil tersenyum tipis. “Kau kan seorang dokter, mana mungkin kau melakukan hal kriminal. Haha” Tiffany tertawa sambil memasukkan ID-nya kedalam tas hitamnya.

“Sial!” Kris benar-benar kalap.

Tiba-tiba terdengar suara sirine berbunyi begitu nyaring. Kris menatap Tiffany tak percaya.

“Tiff!”

“Anak buahku menjemputmu” Tiffany tersenyum penuh kemenangan.

Kris langsung berlari, tapi “DORR!.” Peluru panas tepat mengenai kaki kanannya. Kris langsung jatuh, dan darah segar mulai membasahi lantai. Terdengar beberapa pengunjung yang berteriak histeris.

“Tiff, kumohon.” Kris memohon.

Tiffany menatap keempat anak buahnya. “Ringkus dia!” katanya memerintah dengan tegas. Kris pun diborgol, matanya berair menatap gadis bergaun hitam pendek itu. Tiffany menyeringai tipis, “You’re just a cheap creeper, Mr.” ucapnya sambil membelai surai rambut hitamnya.

 

EPILOG

 

“Terimakasih atas kerjasama kalian yang telah melapor dengan cepat. Tanpa kalian kami mungkin tidak bisa meringkus penipu itu secepat ini.” Tiffany menjabat tangan kedua gadis didepannya.

“Yahhhh, habis sudah impianku menjadi bintang Hollywood.” Kata Jessica membuang nafas kasar.

“Aku juga ceroboh. Ternyata Mr. Park-lah kepercayaan ayah, bukan penipu tampan itu. Kupikir ayah harus segera mengganti pegawai kepercayaan yang lebih muda agar tidak mudah K.O jika dipukul.” Sunny berkata dengan polosnya. Tiffany dan Jessica tertawa mendengarnya membuat ruangan polisi wanita yang memiliki jabatan tertinggi itu menggema hingga terdengar keruang tahanan.

“Sial!” Kris meremas rambutnya frustasi.

 

END

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “[FF] Cheap Creeper

  1. Bagus bgt min, hhah ksian tu sih Kris:p
    Oh, y min, lnjutin dong ff yg semua tentang Hyo nya ya pnasaran nih:(
    ngmg2 nama FB nya apa min? 😀

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s