Bila Jodoh, Tanpa Meminta Pun Dia Datang

Assalamualaikum Wr.Wb

Okay mungkin pertama kalinya aku mosting pake salam di blog ini karena ini menyangkut akan teman-teman seagamaku.

So, sebelumnya aku mau cerita dulu jadi sekarang yaitu Juni 2016 aku tepat satu tahun atau sudah dua semester kuliah di salah universitas negeri berbasis agama Islam di salah satu kota besar di Indonesia.

Banyak banget yang berubah dari aku mulai dari gaya hidup, pergaulan sampai tingkat keimananku sendiri.

Yang pertama gaya hidup, namanya juga universitas Islam pasti kan kita di kampus pake jilbab and we also wear hijab that Indonesian usually called it as baju gamis. Bahkan kami gak boleh pake celana, selonggar apapun itu.

Kedua, pergaulan. Aku kan basisnya dari sekolah biasa nah di kampusku ini rata-rata lulusan pesantren dan it was kinda difficult at first, ya begitulah.

Lalu tingkat keimanan, jadi bapakku itu mualaf dan bisa dibilang kami juga gak relijius-relijius amat Cuma karena mamaku guru jadi pernah jadi guru ngaji juga dan inilah yang jadi bibit awal aku dalam ibadah. Semua yang ngajarin mamaku. Dari ngaji, sholat, everything. Disini, aku belajar lebih dalam lagi mulai dari hadis, tafsir, sejarah bahkan hermeneutika briliant para cendekiawan muslim. Fyi, Mahmud Muhammad Thaha is my favorite.

Nah, inilah inti dari postinganku ini.

Di instagram kita pasti nemuin akun-akun berisikan dakwah Islami yang kekinian lah bisa dibilang. Ada yang dibalut puisi, bahkan pakai drama korea dengan cara di dubbing.

Jujur, aku suka trik dakwah ini karena pasti bakal narik perhatian kaum muda yang masih dibilang belasan –masa labil– bisa dibilang begitu –aku juga–.

Hanya saja ada hal unik dari dakwah-dakwah disana pasti nyerempet ke arah pernikahan, bahkan ada akun yang buat gerakan supaya remaja Indonesia anti pacaran dan kontennya menyarankan lebih baik nikah daripada pacaran.

Bahkan ada akun perempuan-perempuan berniqab dan berhijab syar’i yang juga mengandalkan akun instagramnya untuk berdakwah dan rata-rata isinya adalah tentang hubungan halal/nikah. Dan ini membuat otak jahilku mikir “ini mereka berniqab/syar’i gini buat dinikahin?” haha.

Dari sinilah yang sedikit mengganjal hati serta pikiranku sebagai tukang stalking hahaha. Haruskah selalu yang menyangkut nikah? Ini seakan-akan membuat stereotip para netizen kalau orang Islam itu kebelet nikah. Why? Karena di akun dakwah agama lain, gak ada tuh yang ngomongin nikah mulu, bukan mulu sih tapi memang gak ada.

Di lain sisi, followers dari akun-akun itu kan bisa dibilang muda-muda kisaran 17-23 tahun. Ya aku yakin pasti rentan umur segitu. Bukan apa-apa, hanya saja ini membuat pemikiran para ABG ini untuk menikah muda dan itu bukan hal main-main serta butuh pertimbagan yang sangat amat matang. Yang konyolnya ada sebagian ngtag entah cowok/pacarnya di postingan yang nyuruh nikah-nikah gitu then when I stalk them aku dapat penemuan kalau rata-rata cowok yang mereka tag itu kalo nggak masih kuliah ya masih SMA!!

Temanku seagama, kalian itu umur berapa sih ngomongin nikah? Udah punya uang sendiri kah ngomongin nikah? Habis nikah udah punya rumah sendiri kah? Makan apa ntar? Aku bukannya ngatain mereka yang udah nikah muda. No! Aku salut sama yang nikah muda. Banget!

“Tapi kan sudah Allah yang ngatur rejeki.” Iya, aku tau Tuhan pasti sudah ngatur rejeki kita sedemikian rupa dan aku juga percaya aku ngetik sekarang adalah dengan ijin-Nya pula.

Tapi sayangku saudara seagama, terutama yang perempuan kalian gak bisa maksa dengan seenaknya kalian buat nyuruh cowok atau pacar kalian buat nikahin kalian. Kalian tau sendiri cowok itu terlahir dengan ego dan rasa kepemimpinan yang tinggi jadi gak mungkin andaikan dia cinta kamu rela bawa kamu sengsara and aku juga yakin dia pasti juga mikir gimana cara buat nikahin kamu tanpa nyusahin orang lain. Yakin deh!

Ya kecuali kalau kamu mau nikah sama cowok manja yang yang serba minta sama bapaknya trus ngomong “Dad, please pay my wedding ceremony.” No, no dear hanya laki-laki gak tau caranya jadi laki-laki yang berani minta ortu buat biayain nikah. Trus setelah nikah kamu tinggal tempat mertuamu? Atau suamimu dibawa kerumah? Trus makan minta mama? Jajan masih minta papa? Kamu mau nikah kamu nanti malah makin nyusahin ortu? Gak kan?

Jadi gimana solusinya. Ini masalah sepele kok. Caranya adalah jauhi pacaran namun jangan juga langsung mikir nikah. Kita baru belasan. Kalau dianggapkan rokok, kita itu baru sekali hisap. Baru keluar dari sangkar kalau diibaratkan burung. Masih banyak yang harus kita lakukan. Hidup gak Cuma soal cinta dan nikah.

Lebih baik fokuskan dulu beribadah dengan Tuhan, pelajari agama dengan baik, bahagiakan ortu, kejar cita-cita dan yang pasti kurangi hura-hura. Namanya juga masa muda, hura-hura ngehampiri kita itu pasti tapi setidaknya jangan sampai kita masuk ke black hole hura-hura yang gak smart.

Ingat, bila jodoh, tanpa kau meminta pun dia pasti datang. Hahaha.

Saatnya penutup, di ending ini, aku mau bilang aku bukan menyudutkan pihak manapun apalagi akun-akun dahwah cinta yang di instagram. Bukan, bukan, disini aku Cuma mau ngajak supaya para muslimah lebih realistis aja hehe.

Yaudah, Cuma gitu aja. Sebenarnya aku ngetik ini pas habis ngstalk akun salah satu akhwat berniqab yang di postingannya bilang kalau dia siap andaikata di poligami dan setelah ku stalk dia ternyata dia masih mahasiswa, umurny berkisar sekitar 20 tahunan lah.

Akhirul kalam, minta maaf bila ada salah.

Semoga kita selalu dan semakin dicintai oleh-Nya.

Buat yang mau berteman sama aku, bisa follow ig-ku @miranurhabibah.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s