[ONESHOT] Jimin Loves Yuju

Author: Cute Hyora

Cast/Pairing: BTS Jimin, Yuju Gfriend / YuMin

Disclaimer: Dilarang keras copas. Sakit woi

NB: POV dsb tolong dipaham-pahamin sendiri ya hehe akan mengerti bila dibaca dengan sepenuh hati. Ceilah

Happy Reading ^-^

photogrid_1484765005027

Jimin Loves Yuju

Jimin terlalu mencintai Yuju membuat gadis itu semakin tidak peka dengan perasaannya.

=

Pagi ini aku mengunjungi sahabatku, sebenarnya dia lebih tua dariku hanya saja awal pertemuan kami sedikit menjengkelkan jadi aku malas memanggilnya ‘oppa’.

“Jimin!” aku berteriak didepan rumahnya. Aku lupa membawa smartphoneku dan aku juga tidak memberi tahu Jimin sebenarnya karena biasanya asal kupanggil namanya dia pasti ada langsung muncul didepan pintu. Tapi ini kok nggak ada ya.

Aku memarkirkan sepedaku. Jarak rumah kami cukup jauh sebenarnya hanya saja karena ini minggu pagi jadi aku ingin sedikit bersenang-senang dengan udara yang –lumayan– sejuk kota metropolitan ini. Kudapati bibi Park sedang memotong rumput, dia adalah ibunya Jimin.

“Bibi, Jimin kemana ya? Tumben kupanggil sekali tidak nongol” kataku to the point. Huh, pantas saja waktu itu Jimin memanggilku gadis kasar, hahaha.

“Ini kan minggu pagi Ju, kau seperti tidak tau dia saja” bibi Park tertawa kecil. Benar juga, pasti dia masih berada di pulau kapuknya yang kebanjiran karena ngiler. Ew.

“Lebih baik kau gedor saja kamarnya. Atau kau tanya Yeri didalam.”

“Yeri ada dirumah? Wah, kukira dia tidak pulang dari asrama. Okay bi!” Yeri adalah adik Jimin yang masih SMA, hanya saja dia mengambil sekolah sistem asrama, ya gitu deh. Aku pun langsung nyelonong masuk.

Singkat cerita, aku sekarang sudah berada didekat jendela tepat disamping meja belajar Jimin. Jimin masih awut-awutan karena baru habis mandi.

“Kenapa Ju, pagi-pagi kesini gak ada ng-Line aku pula. Ganggu tidurku aja” Jimin menggerutu.

“Dasar. Aku mau cerita tau soal tadi malam. Pokoknya aku mau kamu orang pertama soal ini” kataku sambil memainkan tanganku tanda antusias.

Jimin hanya menatapku dengan tatapan sedikit jengkel. Wajahnya memang selalu begitu sih. Menjengkelkan.

“Aku.. ditembak.. Taehyung sunbaenim!” kataku kegirangan.

Jimin lalu melempar handuknya kewajahku. “Yak!”

“Jangan panggil dia begitu. Dia lebih muda dariku, bikin geli dengernya” Jimin lalu duduk disebelahku.

“Dasar kamunya aja yang lambat masuk kuliah” kataku kemudian.

Aku pun mulai bercerita panjang lebar mengenai kencanku dengan salah satu sunbae dikampusku itu. Mulai dari dia menjemputku sampai dia mengantarku balik. Jimin dengan respon ‘oh’, ‘trus’-nya mendengarkan ceritaku sambil merapikan kasur bekas tidur tadi. Setelah ku selesai ngomong sendiri dia lalu duduk disebelahku –lagi–.

“Jadi kamu terima?”

“Belum”, “Kamu ingatkan waktu aku pernah deket sama Jin sunbae? Yang waktu itu kamu ngelarang aku buat deket-deket dia lagi tapi aku-nya ngotot. Kamu ingatkan akibatnya? Sowon sunbae, anak jurusan Ekonomi dikampus kita sekaligus model yang ternyata pacarnya Jin itu ngelabrak aku! Yang artinya kamu benar pas bilang kalau Jin sunbae itu playboy. Makanya sekarang aku minta saran dari kamu. Gimana menurut kamu tentang si Taehyung ini?”

Jimin mengerutkan keningnya, “Emang kamu minta berapa hari buat ngasih jawaban?”

“3 hari” kataku singkat. Jimin lalu bangkit dari tempat duduknya lalu menatapku intens, bukannya canggung aku malah keki sendiri karena bukannya jawaban yang sesuai harapan malah bengong-bengong ngelihat aku. Akhirnya Jimin memintaku untuk sabar dulu karena dirinya juga kurang tau dengan si Taehyung ini beda dengan Jin dulu karena selain Jin memang populer dia juga satu UKM sama Jimin.

=

Jadi ceritanya pagi ini Yuju main kerumah dengan gak sopannya langsung kekamar. Untung aku pakai baju coba kalau kayak biasanya, bisa kubawa khilaf dia hahahaha. Yuju ini temanku dari semester satu. Kami beda jurusan, dia anak hukum sedangkan aku anak sastra Inggris. Kenapa kami dekat bahkan bisa temenan jadi gini ceritanya.

Waktu ospek ada sesi makan bareng, kebetulan aku ini adalah ketua grup otomatis akulah yang mengkoordinir teman-temanku. Nah pas ngantri tiba-tiba ada grup lain yang langsung main serobot otomatis aku reflek bilang kalau mereka kasar dan gak sopan.

“Siapa ketua-nya? Nanti kulaporkan kalian ke panitia” kataku waktu itu. Dan ternyata ketua-nya adalah Yuju. Asli, ternyata cewek dan akhirnya kami sewot-sewotan hanya saja anehnya waktu itu aku bilang ke dia, “Aku ini walaupun maba tapi tua 3 tahun daripada kamu jadi kamu harus memanggilku oppa!” Dan dia malah ketawa sampai nepuk-nepuk pundakku. Kurang ajar, kan?

Kalau mengingat waktu itu lucu juga tapi yang pasti aku juga bingung kenapa kami malah bisa berteman, sedekat ini…

Iya berteman, sedih ya. Aku juga bingung darimana aku dapat perasaan ini. Intinya aku gak sadar sama perasaanku awalnya hanya saja aku merasa sakit hati setiap tau Yuju dekat sama cowok lain. Temanku si J-hope, nama aslinya Hoseok tapi dia pecinta hiphop gitu jadi ganti nama J-hope biar swag katanya, juga suka sama Yuju. Menjengkelkan. Secara keseluruhan Yuju memang pantas sih disukai cowok-cowok, selain dia lumayan populer di sekolah karena sering ngisi acara buat nyanyi –suaranya kece banget anjirrr–, dia juga anaknya asik dan pastinya cantik.

Okay back to topik awal. Nah, seperti biasa Yuju cerita soal cowok yang dekat dengan dia tapi bedanya kali ini dia ditembak. D I T E M B A K. Untung Yuju gak mati. Dengar itu, aku sakit hati, banget, tapi bagaimanapun aku harus kelihatan tegar depan dia. Tegar Jimin, tegar.

Jadi siapa namanya tadi? Taehyung? Okay, aku harus sportif dan objektif karena bagaimanapun aku gak mau mengecawakan Yuju tapi semoga aku dapat celah buruk dari anak ini supaya Yuju nolak dia. Harus.

=

“Jimin!” pasti Yuju.

Aku membalikkan badanku dan benar, itu Yuju. Dia langsung reflek memelukku tapi tidak romantis sih. Dia memelukku di leher membuatku sedikit menunduk.

“Ju, lama-lama aku jadi kerdil beneran kalau kamu tiap pagi giniin aku.” Aku melepaskan tangan Yuju di leherku lalu mengandeng tangannya, tapi kali ini lebih hangat seperti bukan hanya gandengan tangan seorang sahabat.

I want you more than this, Ju.

=

Seperti biasa pagi ini aku mendatangi Jimin digedung perkuliahannya dan akupun melakukan ritualku yaitu memeluk leher Jimin, hahaha. Aku selalu melakukannya hampir setiap saat melihatnya dikampus. Tsk, pantas saja ada anak yang bilang kami pacaran tapi aneh juga kalau seperti ini dibilang pacaran karena itu artinya aku ini pasar yang jahat, suka menyiksa cowoknya.

Aku bertanya soal hari kemarin ke Jimin. Dia lalu menggandeng tanganku membawaku ke tempat duduk samping gedung. Andai dia bukan sahabatku, aku pasti jatuh cinta.

“Jadi gini Ju, jujur aku gak liat satupun kekurangan dari dia” Jimin mulai berkata-kata. “Jurusan Arsitektur, marganya Kim. Dia kayaknya anak baik-baik dan bisa dibilang baru kamu cewek pertama yang dia deketin. Dia bersih skandal kalau soal cewek. Dia anak orang kaya deh kayaknya dan ternyata dia ikut organisasi yang ada jurnalistik gitu ya? Keren. Sesuai hobby kamu yang suka nulis artikel di blog, hehe” Entah aku sedikit sedih mendengarnya tapi juga senang.

“So its means I must say Yes?” aku bertanya lagi.

“Ju, aku Cuma bilang hal yang bisa aku bilang, soal itu maka yang tau jawabannya ya Cuma kamu” Jimin tersenyum tipis, dia lalu merapikan poniku yang tersibak angin.

Beberapa saat kemudian smartphone bergetar. Itu pesan dari Taehyung.

“Sesuai janji, aku mau jalan sama Taehyung. Makasih ya Jim, kamu memang sahabat terbaikku. Aku akan bilang semuanya.” Aku memegang lengannya lalu berdiri bersiap menemui Taehyung di parkiran mobil.

=

Kenapa aku bilang gitu?! Kenapa aku gak menghentikannya? Bodoh kau Jimin.

Yuju meninggalkanku untuk bertemu laki-laki yang mungkin akan menjadi pacarnya atau bisa saja suaminya kelak. Lalu aku disini apa? Aku pengecut! Jimin pengecut!

Aku memakai tas ranselku lalu menuju parkiran motor tempatku parkir. Kupasang helm lalu melesat seperti orang kesetanan di pagi hari Senin yang super sibuk. Dibalik helm-ku, aku merasa mataku memanas, aku menangis…

=

END OR SEQUEL? 😛

Soal judul, aku malah lebih lama mikir judul daripada ngetik ceritanya, huhuhu…

Jangan lupa komen ya terutama kalian yang suka Gfriend apalagi Yuju, we’ve same bias, sist! 😀

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s