Kita Terlalu Sama

Menurutmu akulah yang keras kepala tapi kau lupa siapa yang suka diam seribu bahasa bila hatimu tak terima sedikit saja.

Menurutku kamulah yang paling mau menang sendiri walaupun aku sadar akulah yang paling keras berargumen mencercamu dengan diksi-diksi.

Menurutmu kamulah yang tersakiti karena aku jarang mengatakan seberapa dalam sayang ini.

Menurutku akulah yang tersakiti karena jarangnya kau berkata, yang keluar dari bibirmu kuanggap pasti kau wujudkan segalanya.

Kau terlalu banyak diam, katamu itu caramu memahamiku.

Bagimu aku terlalu banyak bicara, padahal itu bagian dari kekhawatiranku kehilanganmu.

Kupikir kita sama, sama-sama ingin dicintai dengan versi kita masing-masing hingga akhirnya kita melupakan tugas utama; mencintai.

Advertisements