[FF] Lie

Main Cast : Hyoyeon and Jessica
Genre : Angst, 15+
Lenght : Series

Kuhentakan kedua kakiku menatap wanita itu. Dia memang bastard! Dia sudah menghancurkan hidupku, akal sehatku, semua yang ada didiriku. Aku benci kamu bastard!
“Hey, kau ada disitu?”
Aku hanya menatap bola mata sendunya. Mata yang sangat kubenci, ingin rasanya kukeluarkan isi dari dalam matanya tersebut.
“Sudah lama menunggu???” tanyamu sambil memegang pundakku.

Aku hanya mengangguk tanda mengiyakan. Disitu kau tersenyum simpul. Kau memang cantik sayang. Dengan rambut blonde, hidung mancung, garis wajah yang tirus. Betapa sempurnanya dikau? Sedangkan aku? Aku hanya gadis biasa, aku tak lebih dari ¼ dari kesempurnaanmu. Tidak. Bahkan aku bermilyar-milyar kali lebih buruk dan nista daripada kesempurnaan yang ada di dirimu. Kau mulai mengecup keningku. Aku suka, sayang. Tapi hatiku memberontak! Aku marah, sayang. Mengapa kau melakukan ini juga dengan dia. Dengan gadis bersurai hitam itu?
“Kamu kenapa? Kok diam?” tanyamu lagi. Aku hanya menatap manik mata sendumu yang teduh itu. Sangat teduh, mampu membuatku terbuai karena bualan-bualan sesatmu! Kau bodoh, bodoh! Aku lebih lama mengenalmu, sayang. Aku yang lebih tau tentangmu, sayang. Mengapa kau lakukan ini??? Apa karena dia lebih cantik dariku? Apa dia lebih sempurna sehingga cocok bersanding denganmu?

“Hmmm” gumamku memecah keheningan diantara kita. Kau melepas pelukanmu lalu menatapku yang masih tidak bergeming.
Kau terlihat bingung. Lalu aku? Aku lebih bingung, sayang. Belum puaskah semua yang kuberikan? Belum puaskah kau mempermainkanku?
‘Drrrrttt…drrrrt’
Ponselmu bergetar tanda ada sms masuk. Kau meraih beda putih itu kantong jeans-mu yang ketat. Sexy, tubuhmu sexy seperti layaknya tubuh proporsional para barbie, sempurnanya dikau sayang. Bahkan kau memiliki tubuh seperti yang kupuja-puja ketika ku masih bodoh dan tolol untuk mengenal dirimu. Kau mulai membaca pesan itu, sebuah senyuman lima jari terukir diparas elokmu.
“Hmm, aku ada urusan” katamu padaku. Kata-katamu seakan menohokku, tanda kau akan meninggalkanku lagi. Sayang, bisakah kita bersama lebih lama lagi?

Aku hanya mengangguk dan tersenyum kecut. Kau meraih tas hitammu lalu pergi. Samar-samar lalu hilang. Itulah yang sedari tadi kulihat. S Line-mu sudah tak terlihat. Tak terasa aku menitikkan airmata. Sandiwara bodoh apa ini? Aku pura-pura tegar dihadapanmu, tapi saat kau jauh dariku. Aku hanya sebuah puing yang rapuh tak berharga.

Kuperbaiki posisi dudukku. Tiba-tiba terdengar alunan dari lagu There Comes A Time-Celine Dion yang sangat kukenal berbunyi. Ya, itu bukanlah hal yang membuatku bingung atau apa. Itu dering ponselku.

“Halo”
“Halo, kau masih disitu” tanya suara lembut diseberang. Ternyata itu dirimu, sayang.
“Ya” jawabku singkat.
“Baiklah. Aku akan mengajak seseorang yang special untukmu. Tunggu aku” katamu lalu memutuskan sambungan telepon.
15 menit kemudian, kutemukan siluet tubuhmu yang begitu kukenal. Tapi, mengapa hatiku tiba-tiba mencelos?
“Hello. Perkenalkan ini yeojachingu-ku” katamu.
“Hai. Aku Kwon Yuri”
“Yu-yuri?” tanyaku tergagap. Gadis yang bermarga Kwon itupun mengangguk disertai smirk tipisnya. Sedangkan gadis yang berambut blonde disebelahku, Jessica Jung. Dengan wajah innocent-nya ia tersenyum pada wanita bersurai hitam ini. Baiklah, aku sudah mengerti tujuan permainanmu, Jess.

-END-

GirlxGirl. Gak suka?
Jangan baca! Gampang.
Suka? Komen!
NO BASH!
Ini saya buat pas saya lagi marah.
Kenapa jadi ke bangsa Gay? Karena kadang kalau saya marah, imajinasi saya tidak terkendali. Sekian dan terimakasih.

Advertisements